Selamat Datang
Kompetensi yang berkaitan dengan bidang pertambangan dan perminyakan akan sangat diperlukan dalam menghadapai tantangan abad 21 ini. Sesuai dengan platform pengembangan FTTM yang berdasarkan pada keunikan tektonik Indonesia, maka FTTM perlu mempertimbangkan bidang-bidang studi yang menunjang kondisi tektonik Indonesia tersebut. Beberapa gagasan yang muncul untuk pengembangan program pendidikan di lingkungan FTTM, antara lain dalam bidang 1. Teknologi eksplorasi dan eksploitasi, untuk pengembangan teknologi eksplorasi/ekploitasi yang cocok guna melakukan inventarisasi semua sumberdaya alam.2. Teknik metalurgi, untuk pengembangan ilmu dan teknologi pengolahan dan pemrosesan bahan galian, serta penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur termasuk pengolahan low grade-ore dan low rank-coal. Saat ini program studi tingkat sarjana (S1) yang terdiri dari Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika dan Teknik Metalurgi sudah berjalan dengan sangat baik terlihat dari akreditasi yang dicapai dengan mayoritas nilai A yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Program studi Magister dan Doktor (S2 dan S3) terdiri dari Rekayasa Pertambangan, Teknik Perminyakan, Geofisika Terapan, dan Teknik Panas Bumi dapat dikembangkan secara linear extension dari program sarjana, maupun dengan membentuk program-program spesialisasi (bukan linear extension) yang diperlukan masyarakat.
Berita
Temu Alumni dan Kongres 2010 - Ikatan Alumni Tambang ITB
Rabu, 28-Juli-2010, 08:00:00Bandung, FTTM.itb.ac.id. Ikatan Alumni Tambang ITB bekerja sama dengan Program Studi Teknik Pertambangan dan Program Studi Teknik Metalurgi mengadakan acara "Temu Alumni dan Kongres 2010" yang akan diadakan pada hari sabtu tanggal 31 Juli 2010....Baca Selengkapnya
Energi yang Ramah Lingkungan ( Listrik dari Dalam Bumi )
Berita Lainnya | RSS | Arsip
Publikasi Penelitian Dosen FTTM
Optimizing the Lateritic Nickel Deposit Model by Means of Multivariate Geostatistical Method and Lan
Selasa, 29-Desember-2009, 13:41:11This research is conducted based on the fact that many cases of exploration drilling in lateritic nickel deposit is kind of unfinished drilling which means that in some locations where the position of bedrock is so deep then the drilling could not penetrate it. Therefore a multivariate geostatistical method which considers both elevations of top and bottom layer is indispensable. On the other hand, the density of vegetation is suspected to have correlation to the thickness of lateritic zones as the lateritic was deposited due to the weathering process. Therefore the study of land cover analysis using satellite image is indispensable to define how strong the correlation between them. Both cases are used to optimizing the model of lateritic nickel deposit in Gee and Pakal Islands, East Halmahera, North Maluku Province. The lateritic nickel deposit in Gee Island has been mined since 1998 and the same deposit in Pakal Island is still in exploration since 2000.
...Baca selengkapnyaZirconia Untuk Keramik Maju: Produk Peningkatan Nilai -Tambah Mineral Ikutan
Estimasi Cadangan Nikel Laterit dengan Metode Kriging Blok 3 (Tiga) Dimensi: Studi Kasus Endapan Nik
-
Program Studi
-
Kelompok Keilmuan
Agenda
FTTM Mail
Kantor
-
FTTM - ITB
Gd. Basic Science B Lt.4
Jl. Ganesa 10
Bandung, 40132
Telepon : +62-22-2506282
Faks : +62-22-2514922
-
FTTM - ITB
Statistik Pengunjung
FTTM Multimedia
- Geothermal | FTTM
03 September 2010, 06:33:39
Get the Flash Player to see this player.- Geothermal | FTTM
-
Profil Fakultas
-
Fasilitas
-
Arsip-Arsip
-
Data Civitas Akademik
-
Prospek Kerja
-
Links