Single Blog Title

This is a single blog caption
25 Okt 2021

Teknik Geofisika FTTM ITB selenggarakan Kuliah Lapangan di Sesar Lembang

Prodi Sarjana dan Magister Teknik Geofisika ITB mengadakan kuliah lapangan ke Sesar Lembang pada tanggal 4 Oktober 2021 hingga 9 Oktober 2021. Peserta kuliah lapangan merupakan mahasiswa sarjana angkatan 2018 dan mahasiswa magister angkatan 2020 dengan koordinator Dr.rer.nat. David Prambudi Sahara, S.T, M.T. Kuliah ini dilakukan untuk dua materi utama, pada tanggal 4-5 Oktober dilakukan untuk melakukan penelitian geologi pada site yang berada pada daerah Taman Hutan Raya, Gunung Batu, Desa Pasir Halang, dan BMKG Lembang. Sedangkan pada tanggal 6-7 Oktober mempelajari mengenai metode geofisika yang terdiri dari metode gaya bera, magnetik, GPR (Geo Penetrating Radar), geolistrik, elektro magnetik (EM), seismik refraksi.

 

 

Penelitian di tanggal 4-5 Oktober dilakukan di Taman Hutan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi batuan, khususnya batuan yang berada di Goa Jepang. Pada lokasi tersebut juga mempelajari mengenai vulkanostratigrafi, serta dilakukan pengamatan di sungai untuk mempelajari mekanisme pembentukan geomorfologi serta litologi batuan vulkanik. Setelah itu, dilakukan penelitian di Gunung Batu, penelitian kali ini untuk melakukan penembakan lokasi agar didapatkan pengukuran strike, dip, serta geomorfologi pada kenampakan sesar lembang. Pada lokasi ketiga yaitu daerah Pasir Halang, dilakukan penelitian mengenai Sesar Lembang secara lebih mendalam. Belajar mengenai sejarah Sesar Lembang serta kenampakan sesar seperti adanya perbedaan litologi secara signifikan pada Sungai Cimeta. Dilakukan juga pengukuran strike-dip Sesar Lembang pada section Pasir Halang. Sedangkan penelitian pada lokasi BMKG Lembang dilakukan untuk melihat adanya proses monitoring gas Radon serta adanya instrumentasi yang dilakukan untuk mengukur intensitas gempa, sistem radio telekomunikasi untuk mengantisipasi jika suatu saat terjadi mati listrik jikalau ada kejadian gempa besar, terdapat juga instrumen sensor-sensor seismogram yang pernah digunakan pada masa lampau.

 

 

Penelitian pada tanggal 6-7 Oktober dilakukan disekeliling daerah Lembang dengan membagi kegiatan tersebut untuk dilakukan oleh 6 kelompok. Karena terbagi dalam 6 metode berbeda. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan uji coba alat dengan berbagai jalur pengukuran. Pada tanggal 6 oktober dilakukan untuk lintasan timur-barat sedangkan tanggal 7 Oktober dilakukan dilintasan berarah utara selatan.

 

 

Kegiatan tanggal 8 Oktober dilakukan pengujian dan evaluasi materi. Kegiatan ini dilakukan dengan mencoba ulang alat yang sudah pernah digunakan, kemudian dilakukan evaluasi tiap-tiap kelompok. Pengujian meliputi penggunaan alat, langkah-langkah pengukuran, serta pembacaan anomali dan beberapa hal lainnya. Acara berakhir pada tanggal 9 Oktober dan para peserta kembali ke rumahnya masing – masing.

 

Photo : Dokumentasi Teknik Geofisika

Reporter : Ilona, FirdaVelly (Teknik Geofisika)