Single Blog Title

This is a single blog caption
22 Nov 2019

Lulusan FTTM Menjadi “7 Anak Muda Staf Khusus Presiden”

Gracia Billy Mambrasar (Tambang Eksplorasi 2003), Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.

 

Pemuda 30 tahun asal Serui, Kepulauan Yapen, Papua, ini menempuh pendidikan hingga Oxford Inggris. Dia yang kini menjadi wirausahawan sosial juga pernah ikut kontes bernyanyi, Indonesian Idol 2006.

 

Dilansir Antara, Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya adalah guru honorer bergaji tak tentu. Ibunya berjualan kue di pasar. Namun pendidikan Billy terbantu karena sejak SMA dia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua.

 

7 Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

 

Billy melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Biaya kuliah ditanggung oleh beasiswa afirmasi dan otonomi khusus dari pemerintah. Selama kuliah, dia berjualan kue, aktivitas lama sempat ditinggalkannya. Dia juga bernyanyi di kafe. Waktu mahasiswa Billy juga sering membantu adik-adiknya di ITB, dia memberikan motivasi ke anak-anak ITB yang baru masuk.

 

Lulus kuliah, dia sempat bekerja dengan gaji tinggi di perusahaan minyak asal Inggris. Pada 2009, dia mendirikan yayasan Kitong Bisa untuk membantu pendidikan anak-anak Papua yang kurang mampu. Kini Kitong Bisa punya 9 pusat belajar, 158 relawan, dan 1.100 anak. Sebanyak 20 anak didiknya menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama di dunia.

 

Billy juga menyabet gelar Master of Business Administration (MBA) dari The Australian National University (2013-2014). Dia juga menyabet gelar Master of Science (MSc) dengan tesis keberlanjutan sosial dalam proyek LNG.

 

Billy juga merupakan Direktur PT Papua Muda Inspiratif. Dia juga Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Saat Presiden Jokowi meresmikan Papuan Youth Creative Hub, di Jayapura, 11 September lalu, Billy mempresentasikan rencana strategis dari Pusat Pengembangan di Papua tersebut.