Laboratorium – Geomekanika dan Peralatan Tambang

[:en]

[<< Back to Lab] [Description] [Activity] [Gallery]

Pada tahun 1996, Ketua Departemen Teknik Pertambangan Prof.Dr.Ir. Irwandy Arif meminta Suseno Kramadibrata membangun laboratorium untuk praktikum mahasiswa di Opsi Tambang Umum.
Saat itu fasilitas laboratorium sangat minimum sehingga praktikumTeknik Peledakan, Pengeboran & Penggalian dan Ventilasi masih sangat sederhana. Untuk pembangunan ini perlu terlebih dahulu dilakukan upaya pembenahan ruangan untuk laboratorium yang ketikaitu bersatu dengan gudang peralatan mesin bor milik Departemen Teknik Pertambangan ITB. Selanjutnya merencanakan untuk penambahan peralatan praktikum dengan cara merancang peralatan uji dan mencari peralatan bekas di beberapa tambang di Indonesia yang dapat digunakan sebagai model dalam praktikum.
Pada tahun 1997, Prof. Dr. Ir. Made Astawa Rai sebagai Manajer Laboratorium Mekanika Batuan meminta Suseno Kramadibrata melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas laboratorium Mekanika Batuan agar mahasiswa dan dosen dapat melakukan riset dalam bidang geomekanika. Tindak lanjutnya adalah mulai pembangunan laboratorium Tambang Umumyang terintegrasi dengan mengambil ruangan di lantai dasar Gedung Tambang Timur.

Laboratorium Tambang Umum ini pada awalnya untuk mendukung mata kuliah:

  • Mekanika Batuan,
  • Teknik Peledakan,
  • Teknik Pengeboran & Penggalian,
  • Ukur Tambang,
  • Peralatan Tambang,
  • Ventilasi Tambang,
  • Praktikum Pengukuran Perpindahan Dinding Lubang Bawah Tanah dan Penyanggaan Bawah Tanah.

.[:id]

[<< Back to Lab] [Description] [Activity] [Gallery]

Pada tahun 1996, Ketua Departemen Teknik Pertambangan Prof.Dr. Ir.Irwandy Arif meminta Suseno Kramadibrata membangun laboratorium untuk praktikum mahasiswa di Opsi Tambang Umum.
Saat itu fasilitas laboratorium sangat minimum sehingga praktikumTeknik Peledakan, Pengeboran & Penggalian dan Ventilasi masih sangat sederhana. Untuk pembangunan ini perlu terlebih dahulu dilakukan upaya pembenahan ruangan untuk laboratorium yang ketikaitu bersatu dengan gudang peralatan mesin bor milik Departemen Teknik Pertambangan ITB. Selanjutnya merencanakan untuk penambahan peralatan praktikum dengan cara merancang

peralatan uji dan mencari peralatan bekas di beberapa tambang di Indonesia yang dapat digunakan sebagai model dalam praktikum.

Pada tahun 1997, Prof. Dr. Ir. Made Astawa Rai sebagai Manajer Laboratorium Mekanika Batuan meminta Suseno Kramadibrata melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas laboratorium Mekanika Batuan agar mahasiswa dan dosen dapat melakukan riset dalam bidang geomekanika. Tindak lanjutnya adalah mulai pembangunan laboratorium Tambang Umumyang terintegrasi dengan mengambil ruangan di lantai dasar Gedung

Tambang Timur. Laboratorium Tambang Umum ini pada awalnya untuk mendukung mata kuliah:

  • MekanikaBatuan,
  • TeknikPeledakan,
  • TeknikPengeboran & Penggalian,
  • UkurTambang,
  • PeralatanTambang,
  • VentilasiTambang,
  • Praktikum Pengukuran     Perpindahan     Dinding     Lubang     Bawah     Tanah     dan Penyanggaan Bawah Tanah.

[:]